Dia diam, padahal dia bergerak. Dia bergerak, padahal dia diam. Dia diam
karena tlah meminjam lidah orang banyak untuk berbicara. Dia bergerak
karena gagasannya, kaki tangannya, karya dan semangatnya telah mewakili
dirinya. Memang, diam dan bergerak hakikatnya sama, sama-sama perbuatan.
Aku pun bergerak, maka aku pun diam. Aku diam, maka aku bergerak
bersamanya, melempar dari ruang2 sempit, melawan dari balik tembok, dan
menyerang lewat semilir angin malam (Facebook: Abah Jufri, 23 Januari 2015)
No comments:
Post a Comment