Saat berhenti melihat sebab,
tatapan menghunus lurus ke depan,
tak mau berpaling ke kiri ke kanan,
biar hati terus bertempur,
biar nurani tertutup lumpur,
yakin Maha Guru sudi membimbing.
Ketika langit telah memerah,
ditombak si hina musafir kelana,
warnanya kuning berjubah api,
jejaknya hijau serilah alam,
biarlah aku menjerit dalam diam
(Facebook: Abah Jufri, 22 Mei 2014)

No comments:
Post a Comment