Monday, April 18, 2016

Di Antara Kandungan Surah al Kahfi (Gua)

Surah al-Kahfi terletak dalam surah ke delapan belas dalam urutan surah-surah dalam mushaf al-Quran. Menurut riwayat, surah itu kaya akan hikmah dan rahasia akhir zaman. Dalam sebuah matan hadis diwurudkan, seorang muslim yang mengamalkan surah al-Kahfi di malam Jum’at, terhindar dari fitnah dajjal.
Ada lima poin utama yang termaktub dalam surah al-Kahfi: Tauhid, defensif, Sabar, Kehendak Allah dan Ilmu Allah.

Poin pertama tauhid, diulang-ulang dengan ayat-ayat yang berisi pesan, Allah tidak punya anak. Dia Maha Meliputi segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, segala sesuatu selain Dia berhajat kepada Nya, sebaliknya Dia tidak membutuhkan kepada segala sesuatu apapun itu.

Poin kedua defensif, dijelaskan melalui kisah Ashabul Kahfi, sejumlah pemuda yang dapat dihitung dengan jari harus menghindar dari kezaliman penguasa yang musyrik yang mempunyai banyak tentara, tak mungkin melawan.

Poin ketiga sabar, disampaikan melalui kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidr AS yang mengulang-ulang kata-kata kepada Nabi Musa AS, “Engkau tidak akan dapat bersabar bersamaku,” sebab yang dilakukan Nabi Khidr AS di depan mata Nabi Musa AS adalah tindakan-tindakan yang memancing emosional, sehingga Nabi Musa tidak sabar untuk mendapatkan jawaban terhadap perilaku Nabi Khidr AS yang dianggap menyimpang dari sisi agama maupun kemanusiaan. Ia terpancing menuntut jawaban. Semakin keadaan itu memantik kebencian atau kemarahan, semakin pula besar kesabaran yang dibutuhkan untuk menunggu jawaban dari Allah. Setiap tanda ada peristiwanya, setiap peristiwa ada jawabnya.
Poin keempat adalah kehendak Allah, diterangkan dalam kisah Dzulkarnain yang selalu setuju akan kehendak Allah ke mana pun takdir melemparkannya. Semua ia hadapi tanpa bertanya kepada Allah. Sebaliknya, bangsa Ya’juj Ma’juj setiap hari berencana dengan penuh rasa percaya diri dan berencana dengan kekuatan yang mereka miliki, tetapi kehendak Allah jua yang terjadi. Sampai menjelang hari kiamat mereka menyerahkan usaha mereka untuk keluar dari dinding besi bercampur tembaga itu kepada Allah dengan berkata, “Insya Allah, besok pasti kita bisa menjebol tembok ini!” Saat itulah Allah mengizinkan rencana mereka.

Poin kelima ilmu Allah berupa pemberian, anugerah yang datang dari sisi Dia. Tak dapat dicari, tak bisa diminta. Ilmu yang tak mungkin terlukiskan dengan kata-kata. Jangankan pohon-pohon dan lautan dijadikan pena dan tinta. Alam semesta ini saja pun hanya secuil dari manifestasi ilmu Nya itu. Wallahu ‘Alam. (Facebook: 08 Mei 2014)

No comments:

Post a Comment